Cinta Yang Setia

CINTA YANG TAK SETIA

                                                          Karya Alfin Fatiha Rahmah

                                                          alfinsukoharjo2015@gmail.com

Cinta memang indah menurut sebagian orang, cinta tak hanya memandang harta, rupa, fisik maupun sifat. Namun cinta juga mengenal rasa, pengertian, ego dan kepribadian. Terkadang cinta juga butuh pengorbanan dan perjuangan untuk mendapatkan rasa kasih sayang terhadap yang dicintainya, sebab semua orang pasti merasakan jatuh cinta entah itu cinta monyet, cinta dalam diam dan sebagainya. Namun cinta juga merasakan sakit, sedih dan dikhianati karena cinta itu tidak hanya mengenal fisik, rupa, sifat dan lainnya tetapi perasaan yang harus dijaga sebab rasa itu susah untuk dihilangkan dan membutuhkan waktu tergantung orang tersebut cepat melupakan atau tetap bertahan. Sama seperti dalam cerpen ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang rela tetap bertahan menjaga perasaanya untuk laki-laki yang dicintainya namun laki-laki tersebut meninggalkannya dan lebih memilih perempuan yang lebih cantik darinya.

Matahari sudah menampakan sinarnya, selesai sarapan Anita Puspa Indah namanya biasa dipanggil Anita, dia bersiap-siap berangkat ke sekolah karena hari pertama ia masuk sekolah di SMAN 1 MERAH PUTIH tepatnya di Surakarta sebab pukul 07.00 dimulainya MOS (Masa Orientasi Siswa). Ia sangat tergesa-gesa sampai topi upacaranya sempat tertinggal, beruntung kak Tio mengingatkan Kak Tio adalah kakak yang rajin, bawel, cerewet dan saling mengingatkan jika adiknya lupa membawa baraang yang akan dibawanya. Kak Tio bekerja di Satuan Kepolisian tepatnya tugas di Surakarta, oleh karena itu ia menerapkan disiplin dan tepat waktu pada adiknya. Setelah itu Anita berpamitan kepada Ayah dan Ibu, sebab Anita diantarkan kak Tio karena sekolahnya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 15 menit. Pukul 06.10 Anita sampai di sekolah dengan semangat yang baru dan bergairah.

“Kak, Anita pamit dulu yak.” ucap Anita

“Ya, sekolah yang rajin yak biar seperti kakak ini disiplin waktu.” Ucap kak Tio (Sambil mengelus kepala Anita).

“Siaap. Kakak paling bawel, cerewet namun pengertian (tersenyum). Laksanakan, Komandan. Assalamualuikum.” ucap Anita.

“Waalaikumsalam.” ucap kak Tio.

Pagi itu berlangsungnya diadakan MOS, Anita sangat bersemangat dengan  hari pertama masuk sekolah. Tak disangka Anita mendapat kenalan baru bernama Devi Rismawati, ia orangnya baik dan pengertian. Ternyata Devi dan Anita juga satu kelas di X IPA 1. Anita merasa senang bisa satu kelas dengan Devi. Saat acara MOS, mereka sudah saling akrab layaknya seperti saudara.

Tak terasa hari ketiga adalah berakhirnya MOS, tanpa disengaja Anita terlambat lebih dari 15 menit. Mau tak mau Anita mendapat hukuman, namun saat dihukum ketua Osis yang bernama Rizki mengamati Anita sampai tak berkedip. Ya memang Anita terlihat cantik dan manis banyak kakak Osis maupun kakak kelas yang jatuh hati padanya sebab kebaikan, kelembutan hatinya yang membuat orang suka pada Anita. Salah satunya adalah Rizki Rivai adalah ketua Osis di SMAN 1 Merah Putih yang terkenal nakal, ganteng, alay namun juga pintar dalam berdebat tentang masalah politik, ia adalah anak dari kelas XI IPA 2. Kemudian Anita menepuk pundak Rizki dan berkata.

“Kak, kok melamun ya. Kenapa?” ucap Anita.

“Ehh.. emmm.. (terkejut). Ee.e enggak apa-apa kok.” ucap Rizki.

“Oh. Ya kak, ini gimana aku dihukum apa?” tanya Anita penasaran.

“Emm.. enggak usah deh, lagian ini sudah waktunya masuk ke kelas dan nanti selesai MOS apel bersama.” ucap Rizki (merasa kebingungan).

“Waah.. Terima kasih kak..” ucap Anita.

Anita merasa senang ia tidak jadi dihukum, kemudian Anita bersalaman dengan Rizki. Namun perasaan Rizki merasa gerogi ketika bersalaman dengan Anita, tetapi hatinya merasa senang.

Akhirnya Anita masuk kelas dengan lega dan tidak jadi dihukum, Devi merasa senang sahabatnya tidak jadi dihukum. Di dalam kelas hari ketiga MOS oleh kakak Osis serta Guru diberikan pengarahan mengenai tata tertib di SMA, pengarahan, pengarahan dan lain sebaginya. Kemudian ada juga presentasi dari organisasi seperti OSIS, DKA, PMR, ROHIS, TONSUS , MAPALA dan lain sebagainya. Anita merasa cocok mengikuti OSIS dan ROHIS. Anita membicarakan ini tentang Devi.

“Dev, kamu ingin mengikuti organisasi apa?” ucap Anita.

“Emm. Apa ya Nit, aku jadi bingung. Kayaknya aku memilih satu aja deh, kan katanya enggak boleh lebih dari 2 organisasi aku ikut DKA aja. Kamu emangnya pilih apa Nit?” tanya Devi.

“Aku pilih OSIS dan ROHIS. Kalau OSIS aku bisa menambah pengalaman dan proker nya banyak, kalau ROHIS itu agar pengalaman dan wawasan di bidang agamaku lebih bermanfaat dan dapat mengetahui islam lebih dalam.” ucap Anita.

“Ohh.. kalau begitu yang penting kamu bisa bagi waktu Nit, yang utama adalah sekolah mu dulu.” ucap Devi.

“Siaap devi, teman terbaik ku.

Kemudian pukul 10.00 dimulai apel dan penutupan MOS, serta pengarahan untuk murid baru.

Selesai MOS, Anita mendaftar oragnisasi OSIS dan ROHIS, saat masuk di ruang OSIS, Anita diwawancarai oleh Rizki ketua OSIS tersebut dan ketika itu Anita diterima sebagai OSIS, di ROHIS juga diterima. Anita merasa senang bisa diterima, dan tinggal menunggu diklatnya. Kemudian ia mengabarkannya pada Devi sahabatnya, ia juga merasa senang.

Saat pulang ke rumah Anita menceritkan pada Ayah dan Ibunya bahwa ia mengikuti organisasi, kata Ayah dan Ibu yang terpenting bisa membagi waktu antara sekolah dan kegiatan. kemudian Anita ke kamar mandi untuk wudhu dan mengerjakan sholat. Selesai sholat, handpone Anita berbunyi ada notif nomor yangtidak dikenal.

“Assalamualikum, maaf ya kalau lancang mendapat nomormu. Ini kak Rizki ketua OSIS, yang tadi ketika kamu wawancara. Aku dari kelas XI IPA 2,  maaf ya dapat nomor ini  ketika kamu daftar organisasi. Salam kenal ya.”

Kemudian, Anita membalas pesan WhatsApp dari Rizki.

“Waalaikumsalam. Ya kak. Enggak apa-apa. Salam kenal juga namaku Anita Puspa Indah dari kelas X IPA 1.

Setelah perkenalan berlanjut, mereka berdua menjadi saling berkomunikasi, dan Anita merasakan ada hati pada Rizki.

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa hari jumat-minggu adalah diklat OSIS, yang bertempat di Yonif 413, persiapan yang dibawa Anita sudah dipersiapkan semalam. Anita merasa semangat hari itu karena ia merasa senang bisa satu organisasi dengan Rizki. Selama tiga hari diklat OSIS dipimpin dan dilatih oleh TNI untuk berlatih dispilin, rajin, tepat waktu dalam kegiatan tersebut. Anita sangat bersemangat dalam menjalani diklat dan lancar. Tidak hanya dilatih itu, ada  juga game, kegiatan olahraga, bersih-bersih dan kegiatan lainya untuk mendidik OSIS menjadi yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Hari ketiga kegiatan diklat yang terakhir, peserta diberikan motivasi dan semangat untuk kedepannya.

Kemudian sabtu dan minggu Anita diklat ROHIS, disamping itu diberikan tentang keagamaan, keislaman dan didik untuk mengetahui tentang agama yang lebih dalam. Setelah dilantik dan diklat sebagai pengurus organisasi Anita bersemangat dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Hari demi hari pun berlalu, ketika hujan turun dan Anita belum dijemput oleh Kak Tio. Tanpa sengaja motor bersuara seperti gelegar berhenti di depan gerbang dan menghampiri Anita yang sedang menunggu hujan reda, kemudian laki-laki itu membuka helmnya tak disangka adalah Rizki. Anita merasa terkejut, mereka berdua mengobrol dengan asyiknya sambil menunggu hujan reda. Momen hujan tersebut adalah waktu yang tepat dimana Rizki menyatakan cinta pada Anita. Namun perasaan Rizki merasa bergetar kencang. Dengan usahanya akhirnya Rizki menyatakan cintanya.

“Anita, aku mau bicara sesuatu.” kata Rizki.

“Silakan kak. Bicara apa.” ucap Anita.

“Emm. Sebenarnya aku me..encintaimu. Ehh. Aku cinta kamu Nit, ya aku cinta maukah kamu jadi pacarku?. (gerogi). Aku merasa berdebar ketika melihat pertama kali berjumpa waktu MOS, perasaan ini merasa ingin denganmu saja. Maukah kamu jadi pacarku.” Ucap Rizki dengan keberaniannya.

“Gimana ya, kak.. Sebenarnya aku juga nyaman denganmu. Emm. Maaf ya aku juga mau jadi pacarmu.” kata Anita.

“Yes.. makasih Nit. Kamu udah menerima cintaku. Semoga kita langeng yak sampai ke pernikahan, jaga komitemn dan saling pengertian satu sama lain.

 “Siaap kak, kita saling berkomitmen dan jaga perasaan satu sama lain.” ucap Anita.

“Jangan panggil kak dong, panggil aja sayang. He..he. (tertawa)  Tapi ketika rapat tetap panggil aku kak..” ucap Rizki.

“Oh. Oke sayang. Ha.ha (tertawa).” Anita.

Hujan sudah reda, aku antarkan pulang yak.” kata Rizki.

“Baiklah Sayang.” kata Anita.

Mereka akhirnya jadian, dan menjadi pasangan kekasih yang berjalan dengan baik-baik saja.

Keesokan harinya Anita merasa senang, kemudian Devi menanyai Anita. Sebab Anita dari tadi hanya tersenyum terus.

“Kamu, kenapa Nit. Kok senyum-senyum terus. Kamu enggak sakit kan?” (merasa bingung) kata Devi.

“Eem. Enggak ya. Aku senang banget, aku jadian sama kak Rizki. (bahagia).” ucap Anita.

“Eh. Serius? (terkejut).” ucap Devi.

“Kenapa. Enggak boleh ya, apa kamu juga suka sama kak Rizki ya?” (bergumam).” kata Anita.

“Eee. Enggak ya. Siapa juga yang suka sama kak Rizki. (merasa cemburu).” kata Devi.

Devi tak menyangka jika Anita jadian sama Rizki, hati Devi merasa tak nyaman jika Anita lebih dekat dengan Rizki. Sebab Devi cinta pada Rizki. Tetapi Devi menutupi tentang persoalan ini semua agar Anita tidak mencurigainya.

Waktu berjalan dengan cepat tak menyangka hubungan Anita dan Rizki berjalan genap dua tahun. Ketika itu Rizki lulus dari SMA sedangkan Anita naik ke kelas XII. Setelah lulus Rizki mendaftar TNI dan POLISI. Ketika ada waktu luang Anita menemani Rizki mulai dari mendaftar,latihan fisik, belajar dan lain sebagainya, agar kekasihnya bisa lolos seleksi.

Ketika itu pendaftaran TNI AU, Rizki sudah mempersiapkan segalanya mulai dari fisik, mental, teori, praktik, berkas dan sebagainya Anita menemaninya dan ketika pengumuman  dari seluruh nilai peserta hati Anita merasa berdetak kencang ia berdoa agar Rizki diterima karena Rizki sudah mendaftar TNI AD, TNI AL dan Polisi namun gagal. Kemudian dibacakan oleh pihak seleksi nama Rizki Rivai tersebut dan berlanjut di tes panthukir di Lanud Adi Soemarmo Solo. Perasaan Rizki merasa senang dan sujud syukur atas usaha yang diraihnya. Anita juga merasa bangga dengan jerih payah dan usaha kekasihnya yang selama ini menemaninya dari nol, hanya tinggal sedikit langkah lagi cita-cita Rizki tercapai.

Kemudian keesokanya Rizki melakukan tes panthukir sama seperti ketika ia mendaftar mulai dari awal sampai selesainya tes. Setelah semua tahap dilewati, pengumuman dibacakan perasaan itu Rizki merasa tegang tak hanya itu Anita juga merasa khawatir. Sampai terakhir nama disebut berharap Rizki diterima, namun sayangnya ia tidak lolos. Karena ia gagal dibagian tes wawancara, Anita merasa sedih kekasihnya tidak lolos. Ia menyemangati untuk tetap berjuang dan jangan menyerah. Akhirnya Rizki menuruti nasihat dari Anita.

Saat itu juga mereka berdua fokus masing-masing karena Anita sedang menempuh ujian nasional dan Rizki bekerja di Toko mebel sambil belajar serta latihan untuk mendaftar lagi. Tak hanya itu selesai lulus dari SMA, Anita melanjutkan ke perguruan tinggi dengan mengikuti tes SBMPTN, Mandiri dan sebagainya dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Dan alhasil ia diterima di salah satu Universitas di Semarang yaitu UNDIP, dengan jurusan yang diminatinya. Sedangkan Devi teman sebangkunya diterima di Poltekes Jogjakarta, jurusan Keperawatan. Selama itu Anita juga tidak mementingkan dirinya sendiri ia juga menemani kekasihnya yang sedang mendaftar TNI dan Polisi. Selama itu juga Anita menemani Rizki di Solo yaitu ketika tes panthukir ia merasa jantungnya bedebar kencang sama seperti halnya satu tahun kemarin karena kekasihnya tidak lolos. Kemudian pengumuman dibacakan pihak seleksi, “Dengan ini dinyatakan yang lolos dan berlanjut pendidikan selama 5 bulan ada 40 orang.” Nomor urut 39 yang bernama Rizki Rivai diterima TNI AU yang bertempat di Lanud Iswahyudi. Dengan pembacaan tersebut perasaan Rizki merasa senang dan sujud syukur atas apa hasil yang dicapainya dengan latihan dan kerja kerasnya selama satu tahun. Anita merasa bangga dengan hasil usaha kekasihnya.

Keesokan harinya Rizki berangkat ke Lanud Iswahyudi tepatnya di Solo dengan pendidikan selama 5 bulan sebelum itu Anita tidak bisa komunikasi dengan kekasihnya. Karena selama pendidikan berlangsung Tentara tidak boleh bermain hp hanya waktu tertentu dan penting saja.

Selama itu Anita merasa kesepian tanpa ada kabar dari Rizki, ia hanya bisa melihat foto-fotonya. Dengan kebosannya tersebut, ia mengisi waktu luang dengan kesibukannya diberbagai organisasi di kampusnya seperti BEM, Ukm dan lainnya. Untuk menambah wawasan serta pengalaman yang bermanfaat.

Tak terasa 5 bulan terlewatkan, hari sabtu malam Rizki mengabarkan bahwa senin tanggal 4 Maret 2019 adalah pelantikan TNI AU.

“Sayang, jangan lupa datang di pelantikan ya sama keluargamu juga. Aku tunggu. Maaf enggak bisa lama-lama komunikasinya, aku hanya mengabarkanmu dan keluargaku.” kata Rizki.

“Ya, sayang siap . Aku pasti datang.” Kata Anita.

Ketika Anita membalas chat Rizki, 1 menit kemudian handphone Rizki off. Anita merasa bingung.

“Kok, sudah off ya. Apa mungkin diberi waktu bentar ya sama komandannya ya. Ah yang penting waktu pelantikan aku datang. “ kata anita.

Hari senin pun tiba, Anita mengajak kak Tio serta Ayah dan Ibunya datang di pelantikan Rizki. Ia juga membawa boneka tentara serta bunga untuk kekasihnya. Namun ketika berangkat hujan pun deras, perasaan Anita merasa sedih jika ia tidak berangkat ke pelantikan. Akhirnya dengan tekad nya ia memutuskan untuk tetap berangkat dengan menaiki mobil bersama keluarganya. Sesampai di lokasi hujan pun reda, ia merasa senang bisa datang di acara pelantikan kekasihnya. Tak hanya itu acara pelantikan tersebut dimulai dengan apel bersama, dan pertunjukan aksi bela diri dari tentara serta pengumuman. Kemudian selesai penutupan acara pelantikan pihak keluarga menemui anak nya , Anita merasa bingung mencari-cari kekasihnya, tak disangka Rizki menepuk pundak Anita dari belakang dan ia merasa tekejut. Anita langsung memeluk Rizki. Ia langsung memberikan boneka dan bunga untuk kekasihnya, dan merasa senang.

“Sayang. Kamu bikin terkejuta aku aja. Selamat ya atas pelantikan ini, semoga menjadi prajurit TNI yang berwibawa dan bertanggung jawab.” Ucap Anita (menetaskan air mata)

“Ya, sayang. Siaap pastinya. Aku akan turuti jika ada waktu luang untuk bertemu denganmu.” ucap Rizki.

“Oke. Siaap komandan. (hormat pada Rizki). “ ucap Anita.

Hujan pun turun lagi mereka sekeluarga berteduh sambil menunggu hujan reda, Anita dan Rizki foto bersama dan mengobrol panjang lebar karena hubungan mereka adalah LDR, dan sudah menginjak 4 tahun berpacaran.  Tak hanya itu keluarga Anita dan keluarga Rizki makan bersama syukuran atas dilantiknya Rizki.

Selesai acara mereka pulang ke rumah masing-masing.

Setelah Rizki dilantik menjadi tentara, ia ditugaskan di Jogja tepatnya di Lanud Adi Soejipto. Selama menjalani hubungan LDR, Anisa merasa sedih lagi jika ia kembali jarak jauh karena Semarang-Jogja. Namun komunikasi mereka berdua tetap berjalan dengan lancar. Mereka berdua masih bisa menyempatkan waktu untuk berdua, secara bergantian tempat untuk bertemu. Ketika itu ulang tahun Rizki yang ke-20 tahun ia menyempatkan waktu ke Jogja untuk memberi hadiah pada kekasihnya. Saat ulang tahunya ia tak lupa memberi cincin pada Anita sebagai tanda cinta Rizki dan Anita dan menjaga hubungan tetap langgeng dan salin komitmen. Cincin mereka bertuliskan nama, di cincin Anita tertulis nama Rizki yang berwarna putih Sedangkan cincin Rizki bertuliskan nama Anita warnanya juga putih. Mereka sangat bahagia karena memegang janji yang telah diterapkan.

Lambat laun waktu berjalan hubungan Rizki dan Anisa merasa ada masalah, karena Rizki yang biasanya selalu memberi kabar namun akhir ini merasa cuek dan jarang berkomunikasi, serta jika Anita tidak ada waktu luang untuk bertemu dengan Rizki karena kesibukan kuliah dan oragnisasi. Itu yang membuat Rizki menjadi bosan. Perasaan Anita merasa tidak tenang, ketika ulang tahun Anita yang ke-19 tahun, pada bulan Agustus. Rizki tidak datang dan tak memberi ucapan.

“Ini kenapa ya, Rizki kok enggak mengucapkan ulang tahun padaku, dan ku hubungi enggak dibalas. Padahal online.”(resah). ucap Anita.

Kemudian Anita menghubungi Rizki dan tak sengaja ada suara perempuan dan merasa mesra dengan Rizki.

“Tuut..tuut..”

“Halo. Asslamualikum, sayang kok kamu enggak balas chat ku, ditelfon enggak kamu angkat. Sekarang kamu dimana yang?” kata Anita.

“.., Sini dong sayang , enak yah. Aku suka banget momen ini.” ucap perempuan.

“Lho, kok suara cewek sih. (bingung) Panggilnya sayang lagi. Halo sayang itu cewek siapa?”tanya Anita.

“..(Handphone pun tak menyambung lagi).. terputus.”

“Apa aku harus ke Jogja? (pikirnya). Ah kesana aja deh, biar jelas.” kata Anita

Akhirnya Anita bertekad berangkat ke jogja dengan menaiki kereta api. Karena perasannya merasa gelisah dan tidak tenang. Sesampainya di jogja ia melihat mirip seperti Rizki namun dengan cewek di sebuah Resaturant Namum ia tidak percaya apakah itu Rizki tidak. Kemudian Anita menghampiri, tak disangka ia terkejut ternyata cewek tersebut adalah Devi dan bermesaraan denga Rizki.

“Lho Dev, kok kamu disini. Mesra lagi sama kekasihku. Berarti suara di handphone berarti kamu Dev. Ucap anita

“Sayang, kamu ada hubungan apa sama Devi pakai mesra-mesra lagi, apa kamu pacaran sama dia.” ucap anita dengan kesal

“Aku bisa jelasin semuanya sayang, (memgang tangan Anita).” kata Rizki.

“Aku enggak butuh penjelasanmu. Kamu pengkhianat, Aku benci kamu. Aku sudah menemanimu dari nol, mulai dari kamu latihan, daftar, dan lain sebagainya. Kamu seenaknya segini, setelah sukses kamu pilih yang lain. Apa kurangnya aku dibandingkan Devi. Oh ya, memang Devi Perawat sedangkan kamu tentara ya memang serasi. Ya memang jurusanku tidak perawat, jurusanku hanya sebagai Guru. Selama 4 tahun sebelum kamu belum jadi tentara kita  tetap jaga komunikasi dan bilang ke aku jika kamu tidak jadi tentara, dan aku jangan berpaling ke cowok lain. Mana aku tetap setia sama kamu, tapi ternyata kamu yang selinguhin aku.percuma aku menemanimu, menyemangatimu, menunggumu kabar, datang ke pelantikan huja-hujan. Aku terlalu sakit, ternyata kamu tak sebaik yang aku bayangkan. Terima kasih selama 4 tahun mengenalmu dan aku enggak butuh penjelasanmu. Nih cincin tolong buat Devi. (menangis). Makasih selama ini, maaf jika aku banyak salah, ketika dulu tak ada luag waktu untuk bersamamu, terima kasih juga barang pemberian yang kamu kasih dulu ke aku, jangan datang kerumahku mengemis permintaan maaf darimu. Dan untukmu Devi jaga Rizki baik-baik terima kasih dulu kamu menjadi sahabat baik, namun maaf kamu menikung ku dari belakang. Ternyata tidak sebaik yang aku pikirkan. Selamat berbahagia kalian  semoga lanjut sampai nikah. Ucap Anita (menangis dan meninggalkan tempat tersebut)

“Anita. Tunggu aku bisa jelaskan.” (berlari) ucap Rizki.

Anita tanpa menghiraukan panggilan rizki ia bergegas melangkahkan kakinya untuk cepat pulang ke rumah.  Di perjalanan ia memblokir nomor wa, instagaram dan sosmed rizki serta foto-foto dari hpnya.

Sesampainya di rumah, kemudian ia masuk kamar sambil menangis dan hati terasa tesakiti. Ia menceritakan pada Ayah dan Ibunya. Orang tua Anita merasa sedih dan menasihatinya. Kemudian datanglah kak Tio dan melihat adiknya menangis dan menyainya.

“Kamu kenapa dek kok nangis? Ada apa  ceritakan” ucap kak Tio (penasaran).

“Uhh.uhh.. Aku putus sama Rizki.. (menangis).” ucap Anita

“Lho kok bisa, kenapa? “ ucap kak Tio. (terkejut)

“Rizki selingkuh dan ia bersama devi, sahabatku sekelas dulu.” ucap Anita

“Ha..(kaget) jadi Rizki sama Devi. Kok bisa ya. Ya udah dek, mungkin Rizki bukan yang terbaik untukmu. Jangan sedih lagi, Allah pasti mempersiapkan laki-laki yang terbaik untukmu. Yang sabar dek. Jodoh sudah ada yang mengatur, pasrahkan semua pada sang ilahi yang terpenting sudah berusaha yang terbaik.

“Ya kak, tapi sakit banget. Sudah ku temani dari nol tapi dia pengkhianat.

“Lebih parah kak Tio kan, ketika kakak pendidikan cewek kak Tio selingkuh dan memilih yang lebih kaya. Sekarang kamu enggak usah sedih lagi, semangat untuk kuliahnya dulu dek bahagiakan Ayah dan Ibu. Pasti nanti ada lebih setia lagi untukmu dek, enggak usah mikir pacaran dulu. Yang tenang Allah sudah mempersiapkan jodoh untukmu dek. Jangan nangis lagi ya.” Kata kak Tio,

“(memeluk kak Tio. Makasih kak telah menasihatiku, memberi saran. Aku sayang kakak.” Kata Anita.

Setelah putus dari Rizki, selama itu Anita tidak memikirkan lagi tentang pacaran dan lebih terfokus pada kuliah serta organisasinya. Dan saat itu juga Devi dan Rizki menjadi mesra menjalin hubungan dengan status pacaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Nilai Karakter Binta Novel Kata

Mengurangi Penggunaan Gadget dan Fokus Belajar