Cinta Yang Setia
CINTA YANG TAK
SETIA
Cinta memang indah menurut sebagian orang, cinta tak
hanya memandang harta, rupa, fisik maupun sifat. Namun cinta juga mengenal
rasa, pengertian, ego dan kepribadian. Terkadang cinta juga butuh pengorbanan
dan perjuangan untuk mendapatkan rasa kasih sayang terhadap yang dicintainya,
sebab semua orang pasti merasakan jatuh cinta entah itu cinta monyet, cinta
dalam diam dan sebagainya. Namun cinta juga merasakan sakit, sedih dan
dikhianati karena cinta itu tidak hanya mengenal fisik, rupa, sifat dan lainnya
tetapi perasaan yang harus dijaga sebab rasa itu susah untuk dihilangkan dan
membutuhkan waktu tergantung orang tersebut cepat melupakan atau tetap
bertahan. Sama seperti dalam cerpen ini mengisahkan tentang seorang perempuan
yang rela tetap bertahan menjaga perasaanya untuk laki-laki yang dicintainya
namun laki-laki tersebut meninggalkannya dan lebih memilih perempuan yang lebih
cantik darinya.
Matahari sudah menampakan sinarnya, selesai sarapan Anita
Puspa Indah namanya biasa dipanggil Anita, dia bersiap-siap berangkat ke
sekolah karena hari pertama ia masuk sekolah di SMAN 1 MERAH PUTIH tepatnya di
Surakarta sebab pukul 07.00 dimulainya MOS (Masa
Orientasi Siswa). Ia sangat tergesa-gesa sampai topi upacaranya sempat
tertinggal, beruntung kak Tio mengingatkan Kak Tio adalah kakak yang rajin,
bawel, cerewet dan saling mengingatkan jika adiknya lupa membawa baraang yang
akan dibawanya. Kak Tio bekerja di Satuan Kepolisian tepatnya tugas di
Surakarta, oleh karena itu ia menerapkan disiplin dan tepat waktu pada adiknya.
Setelah itu Anita berpamitan kepada Ayah dan Ibu, sebab Anita diantarkan kak
Tio karena sekolahnya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 15 menit. Pukul 06.10
Anita sampai di sekolah dengan semangat yang baru dan bergairah.
“Kak, Anita pamit dulu yak.” ucap Anita
“Ya, sekolah yang rajin yak biar seperti kakak ini
disiplin waktu.” Ucap kak Tio (Sambil mengelus kepala Anita).
“Siaap. Kakak paling bawel, cerewet namun pengertian
(tersenyum). Laksanakan, Komandan. Assalamualuikum.” ucap Anita.
“Waalaikumsalam.” ucap kak Tio.
Pagi itu berlangsungnya diadakan MOS, Anita sangat
bersemangat dengan hari pertama masuk
sekolah. Tak disangka Anita mendapat kenalan baru bernama Devi Rismawati, ia
orangnya baik dan pengertian. Ternyata Devi dan Anita juga satu kelas di X IPA
1. Anita merasa senang bisa satu kelas dengan Devi. Saat acara MOS, mereka
sudah saling akrab layaknya seperti saudara.
Tak terasa hari ketiga adalah berakhirnya MOS, tanpa
disengaja Anita terlambat lebih dari 15 menit. Mau tak mau Anita mendapat
hukuman, namun saat dihukum ketua Osis yang bernama Rizki mengamati Anita
sampai tak berkedip. Ya memang Anita terlihat cantik dan manis banyak kakak
Osis maupun kakak kelas yang jatuh hati padanya sebab kebaikan, kelembutan
hatinya yang membuat orang suka pada Anita. Salah satunya adalah Rizki Rivai
adalah ketua Osis di SMAN 1 Merah Putih yang terkenal nakal, ganteng, alay namun
juga pintar dalam berdebat tentang masalah politik, ia adalah anak dari kelas
XI IPA 2. Kemudian Anita menepuk pundak Rizki dan berkata.
“Kak, kok melamun ya. Kenapa?” ucap Anita.
“Ehh.. emmm.. (terkejut). Ee.e enggak apa-apa kok.” ucap
Rizki.
“Oh. Ya kak, ini gimana aku dihukum apa?” tanya Anita
penasaran.
“Emm.. enggak usah deh, lagian ini sudah waktunya masuk
ke kelas dan nanti selesai MOS apel bersama.”
ucap Rizki (merasa kebingungan).
“Waah.. Terima kasih kak..” ucap Anita.
Anita merasa senang ia tidak jadi dihukum, kemudian Anita
bersalaman dengan Rizki. Namun perasaan Rizki merasa gerogi ketika bersalaman
dengan Anita, tetapi hatinya merasa senang.
Akhirnya Anita masuk kelas dengan lega dan tidak jadi
dihukum, Devi merasa senang sahabatnya tidak jadi dihukum. Di dalam kelas hari
ketiga MOS oleh kakak Osis serta Guru diberikan pengarahan mengenai tata tertib
di SMA, pengarahan, pengarahan dan lain sebaginya. Kemudian ada juga presentasi
dari organisasi seperti OSIS, DKA, PMR, ROHIS, TONSUS , MAPALA dan lain
sebagainya. Anita merasa cocok mengikuti OSIS dan ROHIS. Anita membicarakan ini
tentang Devi.
“Dev, kamu ingin mengikuti organisasi apa?” ucap Anita.
“Emm. Apa ya Nit, aku jadi bingung. Kayaknya aku memilih
satu aja deh, kan katanya enggak boleh lebih dari 2 organisasi aku ikut DKA
aja. Kamu emangnya pilih apa Nit?” tanya Devi.
“Aku pilih OSIS dan ROHIS. Kalau OSIS aku bisa menambah
pengalaman dan proker nya banyak, kalau ROHIS itu agar pengalaman dan wawasan
di bidang agamaku lebih bermanfaat dan dapat mengetahui islam lebih dalam.” ucap
Anita.
“Ohh.. kalau begitu yang penting kamu bisa bagi waktu
Nit, yang utama adalah sekolah mu dulu.” ucap Devi.
“Siaap devi, teman terbaik ku.
Kemudian pukul 10.00 dimulai apel dan penutupan MOS, serta pengarahan untuk murid baru.
Selesai MOS, Anita mendaftar oragnisasi OSIS dan ROHIS,
saat masuk di ruang OSIS, Anita diwawancarai oleh Rizki ketua OSIS tersebut dan
ketika itu Anita diterima sebagai OSIS, di ROHIS juga diterima. Anita merasa
senang bisa diterima, dan tinggal menunggu diklatnya. Kemudian ia
mengabarkannya pada Devi sahabatnya, ia juga merasa senang.
Saat pulang ke rumah Anita menceritkan pada Ayah dan
Ibunya bahwa ia mengikuti organisasi, kata Ayah dan Ibu yang terpenting bisa
membagi waktu antara sekolah dan kegiatan. kemudian Anita ke kamar mandi untuk
wudhu dan mengerjakan sholat. Selesai sholat, handpone Anita berbunyi ada notif
nomor yangtidak dikenal.
“Assalamualikum, maaf ya kalau lancang mendapat nomormu.
Ini kak Rizki ketua OSIS, yang tadi ketika kamu wawancara. Aku dari kelas XI
IPA 2, maaf ya dapat nomor ini ketika kamu daftar organisasi. Salam kenal
ya.”
Kemudian, Anita membalas pesan WhatsApp dari Rizki.
“Waalaikumsalam. Ya kak. Enggak apa-apa. Salam kenal juga
namaku Anita Puspa Indah dari kelas X IPA 1.
Setelah perkenalan berlanjut, mereka berdua menjadi
saling berkomunikasi, dan Anita merasakan ada hati pada Rizki.
Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa hari jumat-minggu
adalah diklat OSIS, yang bertempat di Yonif 413, persiapan yang dibawa Anita
sudah dipersiapkan semalam. Anita merasa semangat hari itu karena ia merasa
senang bisa satu organisasi dengan Rizki. Selama tiga hari diklat OSIS dipimpin
dan dilatih oleh TNI untuk berlatih dispilin, rajin, tepat waktu dalam kegiatan
tersebut. Anita sangat bersemangat dalam menjalani diklat dan lancar. Tidak
hanya dilatih itu, ada juga game,
kegiatan olahraga, bersih-bersih dan kegiatan lainya untuk mendidik OSIS
menjadi yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Hari ketiga kegiatan
diklat yang terakhir, peserta diberikan motivasi dan semangat untuk kedepannya.
Kemudian sabtu dan minggu Anita diklat ROHIS, disamping
itu diberikan tentang keagamaan, keislaman dan didik untuk mengetahui tentang
agama yang lebih dalam. Setelah dilantik dan diklat sebagai pengurus organisasi
Anita bersemangat dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Hari demi hari pun berlalu, ketika hujan turun dan Anita
belum dijemput oleh Kak Tio. Tanpa sengaja motor bersuara seperti gelegar
berhenti di depan gerbang dan menghampiri Anita yang sedang menunggu hujan
reda, kemudian laki-laki itu membuka helmnya tak disangka adalah Rizki. Anita
merasa terkejut, mereka berdua mengobrol dengan asyiknya sambil menunggu hujan
reda. Momen hujan tersebut adalah waktu yang tepat dimana Rizki menyatakan
cinta pada Anita. Namun perasaan Rizki merasa bergetar kencang. Dengan usahanya
akhirnya Rizki menyatakan cintanya.
“Anita, aku mau bicara sesuatu.” kata Rizki.
“Silakan kak. Bicara apa.” ucap Anita.
“Emm. Sebenarnya aku me..encintaimu. Ehh. Aku cinta kamu
Nit, ya aku cinta maukah kamu jadi pacarku?. (gerogi). Aku merasa berdebar
ketika melihat pertama kali berjumpa waktu MOS, perasaan ini merasa ingin
denganmu saja. Maukah kamu jadi pacarku.” Ucap Rizki dengan keberaniannya.
“Gimana ya, kak.. Sebenarnya aku juga nyaman denganmu.
Emm. Maaf ya aku juga mau jadi pacarmu.” kata Anita.
“Yes.. makasih Nit. Kamu udah menerima cintaku. Semoga
kita langeng yak sampai ke pernikahan, jaga komitemn dan saling pengertian satu
sama lain.
“Siaap kak, kita
saling berkomitmen dan jaga perasaan satu sama lain.” ucap Anita.
“Jangan panggil kak dong, panggil aja sayang. He..he.
(tertawa) Tapi ketika rapat tetap
panggil aku kak..” ucap Rizki.
“Oh. Oke sayang. Ha.ha (tertawa).” Anita.
Hujan sudah reda, aku antarkan pulang yak.” kata Rizki.
“Baiklah Sayang.” kata Anita.
Mereka akhirnya jadian, dan menjadi pasangan kekasih yang
berjalan dengan baik-baik saja.
Keesokan harinya Anita merasa senang, kemudian Devi
menanyai Anita. Sebab Anita dari tadi hanya tersenyum terus.
“Kamu, kenapa Nit. Kok senyum-senyum terus. Kamu enggak
sakit kan?” (merasa bingung) kata Devi.
“Eem. Enggak ya. Aku senang banget, aku jadian sama kak
Rizki. (bahagia).” ucap Anita.
“Eh. Serius? (terkejut).” ucap Devi.
“Kenapa. Enggak boleh ya, apa kamu juga suka sama kak
Rizki ya?” (bergumam).” kata Anita.
“Eee. Enggak ya. Siapa juga yang suka sama kak Rizki.
(merasa cemburu).” kata Devi.
Devi tak menyangka jika Anita jadian sama Rizki, hati
Devi merasa tak nyaman jika Anita lebih dekat dengan Rizki. Sebab Devi cinta
pada Rizki. Tetapi Devi menutupi tentang persoalan ini semua agar Anita tidak
mencurigainya.
Waktu berjalan dengan cepat tak menyangka hubungan Anita
dan Rizki berjalan genap dua tahun. Ketika itu Rizki lulus dari SMA sedangkan
Anita naik ke kelas XII. Setelah lulus Rizki mendaftar TNI dan POLISI. Ketika
ada waktu luang Anita menemani Rizki mulai dari mendaftar,latihan fisik,
belajar dan lain sebagainya, agar kekasihnya bisa lolos seleksi.
Ketika itu pendaftaran TNI AU, Rizki sudah mempersiapkan
segalanya mulai dari fisik, mental, teori, praktik, berkas dan sebagainya Anita
menemaninya dan ketika pengumuman dari
seluruh nilai peserta hati Anita merasa berdetak kencang ia berdoa agar Rizki
diterima karena Rizki sudah mendaftar TNI AD, TNI AL dan Polisi namun gagal.
Kemudian dibacakan oleh pihak seleksi nama Rizki Rivai tersebut dan berlanjut
di tes panthukir di Lanud Adi Soemarmo Solo. Perasaan Rizki merasa senang dan
sujud syukur atas usaha yang diraihnya. Anita juga merasa bangga dengan jerih
payah dan usaha kekasihnya yang selama ini menemaninya dari nol, hanya tinggal
sedikit langkah lagi cita-cita Rizki tercapai.
Kemudian keesokanya Rizki melakukan tes panthukir sama
seperti ketika ia mendaftar mulai dari awal sampai selesainya tes. Setelah semua
tahap dilewati, pengumuman dibacakan perasaan itu Rizki merasa tegang tak hanya
itu Anita juga merasa khawatir. Sampai terakhir nama disebut berharap Rizki
diterima, namun sayangnya ia tidak lolos. Karena ia gagal dibagian tes
wawancara, Anita merasa sedih kekasihnya tidak lolos. Ia menyemangati untuk
tetap berjuang dan jangan menyerah. Akhirnya Rizki menuruti nasihat dari Anita.
Saat itu juga mereka berdua fokus masing-masing karena
Anita sedang menempuh ujian nasional dan Rizki bekerja di Toko mebel sambil
belajar serta latihan untuk mendaftar lagi. Tak hanya itu selesai lulus dari
SMA, Anita melanjutkan ke perguruan tinggi dengan mengikuti tes SBMPTN, Mandiri
dan sebagainya dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Dan alhasil
ia diterima di salah satu Universitas di Semarang yaitu UNDIP, dengan jurusan
yang diminatinya. Sedangkan Devi teman sebangkunya diterima di Poltekes
Jogjakarta, jurusan Keperawatan. Selama itu Anita juga tidak mementingkan
dirinya sendiri ia juga menemani kekasihnya yang sedang mendaftar TNI dan
Polisi. Selama itu juga Anita menemani Rizki di Solo yaitu ketika tes panthukir
ia merasa jantungnya bedebar kencang sama seperti halnya satu tahun kemarin karena
kekasihnya tidak lolos. Kemudian pengumuman dibacakan pihak seleksi, “Dengan
ini dinyatakan yang lolos dan berlanjut pendidikan selama 5 bulan ada 40 orang.”
Nomor urut 39 yang bernama Rizki Rivai diterima TNI AU yang bertempat di Lanud
Iswahyudi. Dengan pembacaan tersebut perasaan Rizki merasa senang dan sujud
syukur atas apa hasil yang dicapainya dengan latihan dan kerja kerasnya selama
satu tahun. Anita merasa bangga dengan hasil usaha kekasihnya.
Keesokan harinya Rizki berangkat ke Lanud Iswahyudi
tepatnya di Solo dengan pendidikan selama 5 bulan sebelum itu Anita tidak bisa
komunikasi dengan kekasihnya. Karena selama pendidikan berlangsung Tentara
tidak boleh bermain hp hanya waktu tertentu dan penting saja.
Selama itu Anita merasa kesepian tanpa ada kabar dari
Rizki, ia hanya bisa melihat foto-fotonya. Dengan kebosannya tersebut, ia
mengisi waktu luang dengan kesibukannya diberbagai organisasi di kampusnya
seperti BEM, Ukm dan lainnya. Untuk menambah wawasan serta pengalaman yang
bermanfaat.
Tak terasa 5 bulan terlewatkan, hari sabtu malam Rizki
mengabarkan bahwa senin tanggal 4 Maret 2019 adalah pelantikan TNI AU.
“Sayang, jangan lupa datang di pelantikan ya sama
keluargamu juga. Aku tunggu. Maaf enggak bisa lama-lama komunikasinya, aku
hanya mengabarkanmu dan keluargaku.” kata Rizki.
“Ya, sayang siap . Aku pasti datang.” Kata Anita.
Ketika Anita membalas chat Rizki, 1 menit kemudian
handphone Rizki off. Anita merasa
bingung.
“Kok, sudah off
ya. Apa mungkin diberi waktu bentar ya sama komandannya ya. Ah yang penting
waktu pelantikan aku datang. “ kata anita.
Hari senin pun tiba, Anita mengajak kak Tio serta Ayah
dan Ibunya datang di pelantikan Rizki. Ia juga membawa boneka tentara serta
bunga untuk kekasihnya. Namun ketika berangkat hujan pun deras, perasaan Anita
merasa sedih jika ia tidak berangkat ke pelantikan. Akhirnya dengan tekad nya
ia memutuskan untuk tetap berangkat dengan menaiki mobil bersama keluarganya.
Sesampai di lokasi hujan pun reda, ia merasa senang bisa datang di acara
pelantikan kekasihnya. Tak hanya itu acara pelantikan tersebut dimulai dengan
apel bersama, dan pertunjukan aksi bela diri dari tentara serta pengumuman.
Kemudian selesai penutupan acara pelantikan pihak keluarga menemui anak nya ,
Anita merasa bingung mencari-cari kekasihnya, tak disangka Rizki menepuk pundak
Anita dari belakang dan ia merasa tekejut. Anita langsung memeluk Rizki. Ia
langsung memberikan boneka dan bunga untuk kekasihnya, dan merasa senang.
“Sayang. Kamu bikin terkejuta aku aja. Selamat ya atas
pelantikan ini, semoga menjadi prajurit TNI yang berwibawa dan bertanggung
jawab.” Ucap Anita (menetaskan air mata)
“Ya, sayang. Siaap pastinya. Aku akan turuti jika ada
waktu luang untuk bertemu denganmu.” ucap Rizki.
“Oke. Siaap komandan. (hormat pada Rizki). “ ucap Anita.
Hujan pun turun lagi mereka sekeluarga berteduh sambil
menunggu hujan reda, Anita dan Rizki foto bersama dan mengobrol panjang lebar
karena hubungan mereka adalah LDR, dan sudah menginjak 4 tahun berpacaran. Tak hanya itu keluarga Anita dan keluarga
Rizki makan bersama syukuran atas dilantiknya Rizki.
Selesai acara mereka pulang ke rumah masing-masing.
Setelah Rizki dilantik menjadi tentara, ia ditugaskan di
Jogja tepatnya di Lanud Adi Soejipto. Selama menjalani hubungan LDR, Anisa
merasa sedih lagi jika ia kembali jarak jauh karena Semarang-Jogja. Namun
komunikasi mereka berdua tetap berjalan dengan lancar. Mereka berdua masih bisa
menyempatkan waktu untuk berdua, secara bergantian tempat untuk bertemu. Ketika
itu ulang tahun Rizki yang ke-20 tahun ia menyempatkan waktu ke Jogja untuk
memberi hadiah pada kekasihnya. Saat ulang tahunya ia tak lupa memberi cincin
pada Anita sebagai tanda cinta Rizki dan Anita dan menjaga hubungan tetap
langgeng dan salin komitmen. Cincin mereka bertuliskan nama, di cincin Anita
tertulis nama Rizki yang berwarna putih Sedangkan cincin Rizki bertuliskan nama
Anita warnanya juga putih. Mereka sangat bahagia karena memegang janji yang
telah diterapkan.
Lambat laun waktu berjalan hubungan Rizki dan Anisa
merasa ada masalah, karena Rizki yang biasanya selalu memberi kabar namun akhir
ini merasa cuek dan jarang berkomunikasi, serta jika Anita tidak ada waktu
luang untuk bertemu dengan Rizki karena kesibukan kuliah dan oragnisasi. Itu
yang membuat Rizki menjadi bosan. Perasaan Anita merasa tidak tenang, ketika
ulang tahun Anita yang ke-19 tahun, pada bulan Agustus. Rizki tidak datang dan
tak memberi ucapan.
“Ini kenapa ya, Rizki kok enggak mengucapkan ulang tahun
padaku, dan ku hubungi enggak dibalas. Padahal online.”(resah). ucap Anita.
Kemudian Anita menghubungi Rizki dan tak sengaja ada
suara perempuan dan merasa mesra dengan Rizki.
“Tuut..tuut..”
“Halo. Asslamualikum, sayang kok kamu enggak balas chat
ku, ditelfon enggak kamu angkat. Sekarang kamu dimana yang?” kata Anita.
“.., Sini dong sayang , enak yah. Aku suka banget momen
ini.” ucap perempuan.
“Lho, kok suara cewek sih. (bingung) Panggilnya sayang
lagi. Halo sayang itu cewek siapa?”tanya Anita.
“..(Handphone pun tak menyambung lagi).. terputus.”
“Apa aku harus ke Jogja? (pikirnya). Ah kesana aja deh,
biar jelas.” kata Anita
Akhirnya Anita bertekad berangkat ke jogja dengan menaiki
kereta api. Karena perasannya merasa gelisah dan tidak tenang. Sesampainya di jogja
ia melihat mirip seperti Rizki namun dengan cewek di sebuah Resaturant Namum ia
tidak percaya apakah itu Rizki tidak. Kemudian Anita menghampiri, tak disangka
ia terkejut ternyata cewek tersebut adalah Devi dan bermesaraan denga Rizki.
“Lho Dev, kok kamu disini. Mesra lagi sama kekasihku.
Berarti suara di handphone berarti kamu Dev. Ucap anita
“Sayang, kamu ada hubungan apa sama Devi pakai
mesra-mesra lagi, apa kamu pacaran sama dia.” ucap anita dengan kesal
“Aku bisa jelasin semuanya sayang, (memgang tangan
Anita).” kata Rizki.
“Aku enggak butuh penjelasanmu. Kamu pengkhianat, Aku
benci kamu. Aku sudah menemanimu dari nol, mulai dari kamu latihan, daftar, dan
lain sebagainya. Kamu seenaknya segini, setelah sukses kamu pilih yang lain.
Apa kurangnya aku dibandingkan Devi. Oh ya, memang Devi Perawat sedangkan kamu
tentara ya memang serasi. Ya memang jurusanku tidak perawat, jurusanku hanya
sebagai Guru. Selama 4 tahun sebelum kamu belum jadi tentara kita tetap jaga komunikasi dan bilang ke aku jika
kamu tidak jadi tentara, dan aku jangan berpaling ke cowok lain. Mana aku tetap
setia sama kamu, tapi ternyata kamu yang selinguhin aku.percuma aku menemanimu,
menyemangatimu, menunggumu kabar, datang ke pelantikan huja-hujan. Aku terlalu
sakit, ternyata kamu tak sebaik yang aku bayangkan. Terima kasih selama 4 tahun
mengenalmu dan aku enggak butuh penjelasanmu. Nih cincin tolong buat Devi.
(menangis). Makasih selama ini, maaf jika aku banyak salah, ketika dulu tak ada
luag waktu untuk bersamamu, terima kasih juga barang pemberian yang kamu kasih
dulu ke aku, jangan datang kerumahku mengemis permintaan maaf darimu. Dan
untukmu Devi jaga Rizki baik-baik terima kasih dulu kamu menjadi sahabat baik,
namun maaf kamu menikung ku dari belakang. Ternyata tidak sebaik yang aku
pikirkan. Selamat berbahagia kalian semoga
lanjut sampai nikah. Ucap Anita (menangis dan meninggalkan tempat tersebut)
“Anita. Tunggu aku bisa jelaskan.” (berlari) ucap Rizki.
Anita tanpa menghiraukan panggilan rizki ia bergegas
melangkahkan kakinya untuk cepat pulang ke rumah. Di perjalanan ia memblokir nomor wa,
instagaram dan sosmed rizki serta foto-foto dari hpnya.
Sesampainya di rumah, kemudian ia masuk kamar sambil
menangis dan hati terasa tesakiti. Ia menceritakan pada Ayah dan Ibunya. Orang
tua Anita merasa sedih dan menasihatinya. Kemudian datanglah kak Tio dan
melihat adiknya menangis dan menyainya.
“Kamu kenapa dek kok nangis? Ada apa ceritakan” ucap kak Tio (penasaran).
“Uhh.uhh.. Aku putus sama Rizki.. (menangis).” ucap Anita
“Lho kok bisa, kenapa? “ ucap kak Tio. (terkejut)
“Rizki selingkuh dan ia bersama devi, sahabatku sekelas
dulu.” ucap Anita
“Ha..(kaget) jadi Rizki sama Devi. Kok bisa ya. Ya udah
dek, mungkin Rizki bukan yang terbaik untukmu. Jangan sedih lagi, Allah pasti
mempersiapkan laki-laki yang terbaik untukmu. Yang sabar dek. Jodoh sudah ada
yang mengatur, pasrahkan semua pada sang ilahi yang terpenting sudah berusaha
yang terbaik.
“Ya kak, tapi sakit banget. Sudah ku temani dari nol tapi
dia pengkhianat.
“Lebih parah kak Tio kan, ketika kakak pendidikan cewek
kak Tio selingkuh dan memilih yang lebih kaya. Sekarang kamu enggak usah sedih
lagi, semangat untuk kuliahnya dulu dek bahagiakan Ayah dan Ibu. Pasti nanti
ada lebih setia lagi untukmu dek, enggak usah mikir pacaran dulu. Yang tenang
Allah sudah mempersiapkan jodoh untukmu dek. Jangan nangis lagi ya.” Kata kak
Tio,
“(memeluk kak Tio. Makasih kak telah menasihatiku,
memberi saran. Aku sayang kakak.” Kata Anita.
Setelah putus dari Rizki, selama itu Anita tidak
memikirkan lagi tentang pacaran dan lebih terfokus pada kuliah serta
organisasinya. Dan saat itu juga Devi dan Rizki menjadi mesra menjalin hubungan
dengan status pacaran.
Komentar
Posting Komentar